| Pengarang |
: |
Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah |
| Penerbit |
: |
Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah |
| Tahun |
: |
2025 |
Kajian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penguatan kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih serta belum terbangunnya mekanisme sinkronisasi yang terstruktur antara koperasi dan dapur umum dalam mendukung penguatan rantai pasok pangan lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di wilayah DAS Kali Lamong dan kawasan agropolitan. Kondisi tersebut berimplikasi pada belum maksimalnya nilai tambah produk lokal, terbatasnya akses pasar dan permodalan bagi pelaku UMKM desa, serta belum terintegrasinya sistem distribusi pangan berbasis potensi lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum koperasi telah memiliki aspek legalitas, struktur organisasi, dan komitmen pengembangan yang memadai, dengan proses operasional yang relatif tertib dan adaptif; namun demikian masih terdapat sejumlah kelemahan pada aspek penyediaan layanan inti, pemanfaatan sarana prasarana, digitalisasi tata kelola, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta belum terbentuknya pola kemitraan yang sistematis dengan dapur umum. Peta sinkronisasi yang disusun mengindikasikan adanya peluang strategis bagi koperasi untuk berperan sebagai agregator produksi, pengelola logistik pangan, dan penghubung distribusi berbasis potensi lokal yang selaras dengan kebutuhan dapur umum, sehingga berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Oleh karena itu, direkomendasikan penguatan kebijakan daerah melalui digitalisasi sistem koperasi, peningkatan kapasitas manajerial dan kewirausahaan pengurus, fasilitasi akses permodalan dan kemitraan dengan sektor hilir, standardisasi tata kelola dan SOP layanan, serta integrasi program koperasi dengan dapur umum secara terencana dan berkelanjutan guna mewujudkan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang produktif, inklusif, dan berdaya saing di Kabupaten Gresik.